Mimpi ???

May 21st, 2008

Bagi sebagian orang, mimpi adalah “bunga tidur” dan
bagi sebagian yang lagi beranggapan bahwa mimpi adalah “jembatan masa
depan”.

Setelah menunaikan sholat tahajjud (aku
masih sembunyi² untuk melakukan sholat tahajjud saat di rumah) dan
dilanjut dengan sholat isthikarah, yang memohon petunjuk dan bimbingan
dari Allah SWT dengan semua permasalahan yang aku hadapi sekarang ini.
Sungguh! Aku sangat tidak menyadari dengan apa yang aku alami di saat
aku mencoba berdialog dengan Rabb-ku, aku merasakan semua jawaban
tersirat secara jelas. Dengan bahasa-Nya yang syahdu, menyejukkan hati
dan sangat menentramkan hatiku yang sangat kacau, carut marut akan
seseorang selama ini. Jawaban² demi jawaban² yang aku butuhkan untuk
menentukan masa depanku, diberitahukan dengan penuh kelembutan dan
kasih sayang. Ya Allah… Engkau memang penuh rahasia tetapi Engkau
tidak segan dalam memberikan jawaban itu kepadaku. Terima kasih atas
jawaban² yang penuh makna dan berarti bagi diriku, keluargaku dan masa
depan orang² yang mendukungku. Puji syukur ke hadiratMu tiada
terkira….. Amin!

Aku segera menuju tempat
tidurku lagi dan berusaha untuk kembali lagi kepada duniaku yang penuh
dengan rasa tanggung jawab sebagai seorang laki² di martabat keluarga.

Astaghfirullah’al’adzim….
Aku mengalami sebuah mimpi yang aneh? Mimpi yang belum pernah terjadi
selama ini. Di dalam mimpiku, aku mendapati bapakku bertahan dengan
segala kekuatannya untuk menahan banjir bandang dan hujan yang sangat
lebat dan deras. Bapakku hanya berbekalkan sebuah payung untuk menahan
tubuhnya agar tidak membasahi tubuhnya yang sudah sangat “berumur”.
Anehnya, bapak berjuang sendiri dalam menahan serangan banjir bandang
yang sudah mencapai leher beliau disertai dengan hujan deras tiada
henti²nya. Kami sekeluarga hanya mampu berteriak-teriak untuk segera
memanggil bapakku agar segera masuk ke dalam rumah, tetapi semakin
keras kami berteriak semakin deras pula hujan yang diturunkan dan
semakin besar pula datangnya banjir bandang tersebut. Hal lain yang
mengancam keselamatan beliau, pintu rumah yang tidak pernah kami kunci
tidak dapat dibuka sama sekali, padahal kami berjuang sekuat tenaga
untuk dapat membuka pintu itu dengan harapan agar bapakku agar segera
masuk ke dalam rumah kami. Aneh? Tetap tidak dapat dibuka! Kami pun
hanya menangis karena kami merasa tidak menyelamatkan bapakku yang
tengah sendirian berjuang menahan derasnya arus banjir bandang dan
hujan deras. Tiba² dengan spontan aku pergi menghadap jendela ke arah
datangnya banjirnya bandang dan hujan deras tersebut, dengan
sekencang-kencangnya aku berteriak….

Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Asyhadu An Lailaha Illa Allah…
Asyhadu An Lailaha Illa Allah…
Asyhadu Anna Muhammad Rasul Allah…
Asyhadu Anna Muhammad Rasul Allah…
Hayya ‘alash sholat…
Hayya ‘alash sholat…
Hayya ‘alal falaah…
Hayya ‘alal falaah…

Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Lailaha ilallah….

Subhanallah…
Ajaib! Setelah aku mengumandangkan kalimat adzan tersebut, dengan serta
merta, angin yang dahsyat, banjir bandang dan hujan deras langsung
berhenti dan hilang tak berbekas… Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Allahu Akbar… Saat itu juga, pintu rumahku langsung terbuka dengan
sendirinya, awan² yang menghitam pergi entah kemana dan tampak sinar
matahari dengan cerahnya menyinari rumah kami… Keluarga hanya melihat
ke arahku dan bertany, Dungo opo kok iso langsung mandeg bencana iki?”
— (in Indonesia) “Doa apa yang kamu teriakkan hingga semua bencana
ini berhenti?” Spontan aku jawab, aku tidak berdoa tetapi
mengumandangkan ADZAN, yang biasa dilakukan muadzin untuk mengajak umat
Islam sholat…

“Yazz..tangi..!!” teriak emakku
sambil membangunkan aku, aku pun terbangun, sesaat aku melihat jam di
dindingku… Ternyata masih jam 02.00 pagi… Dan aku dapati seluruh
tubuhku basah dengan keringat, aku terbangun dengan keadaan
terheran-heran..

“Ngopo bengok² adzan jam semene?” tanya emakku… Aku bingung…




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind